Kursi untuk bersandar

IMG_4367

Seringkali disaat merasa lelah kita membutuhkan sebuah sandaran. Menyanggakan punggung sejenak dari kemandiriannya hingga pada suatu batas. Ada perasaan lega, ketika detak nadi menjadi melambat, juga hembusan nafas semakin dalam. Ada juga sandaran yang dapat memberikan suatu rasa nyaman ketika dia berhasil membawamu terlelap ke dunia alam bawah sadar.

Tetapi siapa pula yang memikirkan hal seperti ini, perasaan yang berlebih terhadapnya, bukankah sandaran hanyalah sebuah sandaran semata. Memang benar ketika bersandar berarti memunggungi, pikiran yang larut untuk segera melepas kepenatan. Apalagi dihadapan mu terhampar pemandangan yang memikat matamu. Kamu mungkin dan seringkali lupa ada aku dibelakangmu, kursi sandaranmu.

 

Lelah enyah pergi, sandaran mu tertinggal dibelakang. Mungkin suatu waktu kamu menoleh, sekedar untuk memeriksa ada milikmu yang tertinggal disana. Tapi tidak untuk mengucapkan terima kasih kepadanya.

Jika dipikir-pikir lagi boleh saja begitu, tidak salah, karena memang dia telah menasbihkan dirinya juga merelakan dirinya untuk menjalani peran seperti itu. Namun, ada sebuah kursi lain, mungkin kursi ini sebuah sandaran yang paling nyaman di antara sandaran yang lainnya. Tidak hanya memberikan kenyamanan, juga memberikan buaian dan belaian terhadapmu. Dan itu sepanjang waktu. Ucapkanlah terima kasih kepada sandaran ini, ibu mu, tanpa harus beliau bertanya kenapa?