Tidak Original.

IMG_5409-2

Di luar sedang cerah dan angin berhembus cukup sepoi  bahkan terbilang sejuk. Chris martin lagi berkumpul bersama Coldplay di  dalam laptopku, menyanyikan lagu mereka yang dirilis lima belas tahun lalu yang menurutku masih memiliki tempat di telinga kanan maupun kiri milik ku. Menemani diriku yang sedang bergelut dengan tumpukan kertas, tentu saja dengan dinginnya pagi Bandung. Setelah tadi membaca buku yang ku ambil dari atas lemari ku, yaitu buku yang judulnya saja sudah membuat suhu kamar sedikit meningkat dibanding biasanya, Microbial Tranformation and Degradation of Toxic Organic Chemical.

Benar kan, memang sebaiknya tadi tidak usah disebutkan judul bukunya. Di buku itu, banyak cerita mengenai hal yang membingungkan entah apa tujuan dari penulisnya berbuat seperti itu, bukannya mencerah kan sebaliknya memburamkan. Padahal semua elemen telah dikumpulkan semenjak matahari terbit pagi ini sarapan sehat; roti gandum, pisang,dan apel; kopi nya juga sudah; rasanya sudah tidak ada lagi. Kemauan baru sebatas bergelut bukan untuk membaca kertas-kertas ini.

Yellow milik Chris digantikan oleh Proklamator bangsa, Bung Hatta, di nyanyikan tulus oleh bang Iwan Fals yang bergaung disekeliling kamar. Ah betul, mungkin motivasi yang satu ini belum terisi penuh, juga mengakhiri tulisan ini.

Selamat pagi Oktober, dari manusia yang tidak orginal sama sekali.

Advertisements

Om Iwan bilang Hijrah!

Beberapa waktu lalu ada salah satu akun twitter, menanyakan lagu favorit kalo lagi jalan apa? gue biasanya sih jarang denger lagu kalo lagi jalan. Nguras batere gadget soalnya, maklumin udah soak binti mahmud. Tapi kalo lagi stay dipenginapan sih gapapa atau dalam keadaan tertentu misalnya, turun gunung via jalur senaru Rinjani jam 1 dini hari. Niatnya sih buat ngusir rasa was-was karna memang jalur senaru terkenal angker. Gue bukannya enjoy dengerin lagu malah makin merinding karna diikutin bau kembang dan denger suara dangdutan, ngeri-ngeri sedap lah. Tapi diluar itu sebenernya setiap perjalanan lebih enjoy dengan telinga terbuka dengerin suara sekitar. Mata celingak-celinguk kian kemari, dibanding cuma nunduk  macam anak babi ke layar gadget. 

“put down your gadget and camera. Takes deep of breath and enjoy the view”.

Continue reading “Om Iwan bilang Hijrah!”