Pesan Singkat

img_7779

 

“Kopi armor katanya udah tutup yah karena tidak memiliki izin bangunan”

“Tapi nemu kopi armor yang lain nih dijalan legok randu, kesana yuk”

“yuk,siap-siap dulu”

“dinanti di kosan ya”

 

Sesingkat itu pesan  ajakan untuk pergi ngopi yang siapa sangka nanti menjadi obrolan selama 12 jam. Pesan dari seorang yang kawan yang juga menyukai kopi. Kita berdua baru belajar menyukai kopi. Kita yang mengobrol mengenai kopi, berselang pendapat mengenai rasa kopi seolah-olah tau banyak. Tapi kita baru berlajar mengenal rasa kopi.

Seperti di hari yang biasa datang menghampiri, selang 10 menit kemudian menyeduh kopi. Satu jam kemudian menyeduh kopi yang lain. Berbicara tentang rasa yang jika dipikir-pikir kembali, kita tidak benar-benar tau apakah rasa itu benar. Kamu bilang ini rasanya spicy seakan ada sensasi pedas, aku bilang tidak ada pedas disana hanya sedikit pahit dan sedikit asam. Seperti obrolan kosong yang perlu divalidasi kita bilang. Sayangnya diantara kita tidak ada yang merasa benar.

Kita duduk di kedai kopi yang desain nya serba kayu ini. Tidak terlalu ramai juga tidak pula sepi, setidaknya disetiap meja dan bangku yang tersedia telah terisi oleh pantat penikmat kopi. Tempat yang jauh dari kota, sedikit terpencil dengan masih banyaknya pohon-pohon dan jalanan yang tidak terlalu bagus. Hal ini menjadi indikasi suatu tempat yang tenang. Armor kopi, aku suka.

Dengan pesanan untuk yellow caturra dan cikajang.

Kopi habis tiada obrolan yang bersisa karena hari masih terang menjelang beberapa jam menjelang senja. Namun hujan tiada sabar untuk bertumpah ke bumi. Bukan untuk berlama-lama seperti mereka yang membutuhkan tempat bercanda, kita hanya menghabiskan kopi kemudian pergi. Karena senja menjelang dan hujan siap menerjang.

Hujan meruntuh biarlah roda tetap berputar, kita duduk diseberang penyeduh lainnya yang berjarak hampir 10 km dari penyeduh sebelumnya. Berharap dapat menikmati segelas kopi hangat lainnya ketika senja menjelang dalam hitungan menit, pun menghantam dingin nya kota ini.

Kali ini secangkir kopi sindoro dan manglayang tersedia.

“Kamu tau tidak, aku ingin tau apa yang akan terjadi di tahun 2024”

“Dua periode presiden lagi”

Dan ini diakhiri dengan mendengar podcast mengenai cerita Siti Aisyah ra yang mengantarkan masing-masing dari kita kedalam kelelahan menjelang subuh.

Obrolan seperti apa hingga 12 jam lamanya?
Entahlah…

” Secangkir kopi dan kawan yang tepat untuk sesuatu yang tidak kita mengerti “

 

 

 

Advertisements