Ini atau itu?

Kita seringkali dihadapkan dengan pertanyaan;

Lebih memilih besar tapi dingin?
atau,
Kecil tapi hangat?

sebetulnya hal ini jika kita cermati hanya lah sebuah pertanyaan ilusi. Hampir disetiap manusia, bahkan dibalik relung hatinya yang terdalam selalu menginginkan adanya pilihan ketiga. Besar, lapang, tidak sempit namun hangat.

Bahkan jikapun ada pilihan ketiga yang lebih rasional, yaitu dengan tidak menjawab, dengan tidak mengingkari relung hati. Pilihan ketiga selalu tak pernah ada, tak pernah diberikan.

Tetangga depan rumahku berteriak mengenai kebebasan, ia adalah seorang amerika yang katanya sangat bebas hingga dijunjungnya tinggi-tinggi. Namun seringkali obrolan kita, tidak jauh dari “ini atau itu?”, tidak ada pilihan ketiga.

Lebih diijinkan untuk membohongi diri sendiri, tapi
tidak untuk diam.
karena bohong masih termasuk 1 dari 2 pilihan yang ada.
diam itu pilihan ketiga, dan itu tidak ada.

Ya kalo tidak ini ya itu….

Advertisements

Sepasang kaus kaki belang

Satu minggu berlalu seolah ia kilat, datang tak bersuara.
Tidak membuat kaget, sama sekali tidak.
Satu minggu berlalu, memutar ingatan kembali
Seolah ia menjadi petir, oh banyak yang telah berlalu.

Satu minggu berlalu, dan teringat sesuatu
Kaos kaki ini masih saja sama
Seperti sepasang saat senin lalu
Oh seminggu rupanya berlalu

Ia tidak bau karena petir pun kilat
Hanya saja lembab karena percikan hujan
Sepasang kaos kaki butuh pengganti
Dan seringkali, kaos kaki tak berpasangan

Jadilah ia belang
Meskipun ia dapat bersembunyi
Dibalik sepasang sepatu
Oh kaus kakiku belang~

Bandung, November  14