Takao-san

Melanjutkan cerita mengenai “Weather Forecast” beberapa bulan yang telah berlalu, dan. Sebelum ingatan-ingatan kecil mengenai hiking yang aku lakukan di Jepang terhapus, Takao-san.

Setelah terkaget-kaget menemukan bahwa stasiun kereta terakhir,Takaosanguchi, tak ubahnya pasar kaget yang ada di Bandung. Apakah salah aku dan site salah stasiun? Bertanya ke pusat informasi menjadi pilihan yang tepat, dengan keramahan yang luar biasa, penjelasan detail, dan bekal peta. Selanjutnya aku dan site mengikuti arus pendakian yang luar biasa ini.

Ada beberapa hal yang menarik diawal pendakian yang  jarang sekali bahkan belum pernah aku temui di Indonesia;

  • Rentang usia pendaki yang bervariasi dari usia 2 tahun – hingga 75 tahun *kira-kira
  • Mengaktualisasikan diri di alam menjadi penting
  • Alam menjadi bagian pendidikan semenjak usia dini
P_20171119_100559
Bukan digendong – tapi digandeng

Aku menemukan kemesraan tetap ada meski kebanyakan orang-orang bilang diusia senja pasangan tidak lagi seperti pasangan diawal-awal pernikahan, tapi lebih seperti “teman”. Tapi dengan alam sebagai media ternyata kemesraan itu tiada senyap diusia senja.

Aku menemukan dan terheran anak-anak usia 2-4 tahun telah dididik untuk bertanggung jawab terhadap dirinya (berjalan menanjak, meskipun lelah, merengek bahkan sesekali terjatuh) tak lantas membuat ayah-ibu nya untuk menggendongnya, betapa kagetnya aku sebaliknya orang tua muda ini hanya menyemangati buah hati mereka.

IMG_8786.JPG
Sebaliknya, buah hati yang memotivasi ayahnya
IMG_8788.JPG
Kontras; Tua-Muda 

Sebelum menapaki Jepang, yang aku hapal mengenainya adalah negara yang identik dengan  Manga, Anime, Game, atau sering juga terdengar istilah otaku yang dialamatkan untuk seseorang yang mengisolasi dirinya tanpa interaksi manusia, segala sesuatu yang identik dengan kegiatan indoor. Hiking kali ini memberikan pandangan baru bahwa kehidupan di Jepang juga sangat seimbang antara kegiatan indoor dan outdoor nya.

Tidak heran jika negara ini dikenal sebagai negara orang tua, memiliki rerata usia cukup panjang. Menilik dengan kegemaran mereka untuk merawat diri dengan makanan sehat dan juga aktivitas luar ruangan seperti hiking ini. Dan justru saya yang terheran sekaligus terkagum-kagum dengan pendidikan usia dini-nya.

IMG_8805.JPG
Ambience musim gugur..

Setelah keluar dari hutan lebat nan hijau, terlihat lah gradasi warna merah khas musim gugur. Pemandangan ini tak kalah indahnya buat ku yang pertama kali menikmati musim gugur dinegeri sakura ini.

IMG_8823.JPG

 

Aku sadari 2 hal; keindahan alam dinikmati dengan keluarga dan ternyata keindahan alam itu untuk dinikmati sepanjang hayat; ditafakuri hingga diri ini menyatu dengan alam~

Takao-san, Japan
19 November 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s