My cellphone’s box

photo_2016-12-30_18-05-26
and Enjoy !

 

“Put the cellphone into the box, i will find myself to live in the whole life”

Spending my december in the box, called thesis. My professor won’t let me imposing him into a appointment. He established monday as advisement day. Someday i met him at another day, he was okay. When i am stuck having plenty of things on my mind. I walk to his office seeing at the glance, hopefully his ass would be right there. At the second week i was asking his driver, he told me the professor have an abroad flight tonight. At the third week, i was waiting him from monday to thursday, giving me another bunch of queston to ask. My co-advisor is the same thing, he never replied my message. On the other hand, he is a nice person when i met him in person and really helpfull, and he hates when i text him.

Two days remaining before i meet another my december, amazingly i had read almost five books a month something is really rare i do. Not only books but also journals, i could read some of them a day, three until five. Where i put me into, i forgot, it’s like not me. I switch on and off the lamp by myself, noone in here all of them are taking their holiday, just me. Should i call my room-mate as distractor? I don’t talk much this day, instead shout out loud by myself, noone hear.

My bathroom ritual gives me something, “put the cellphone into the box and enjoy your life”.  Since my professor won’t let me rush his schedule or never reply me text. They force me, to throw my cellphone away, and implicit said, if you need to meet me just come to me. Furtermore, having my time or my concentration to enjoy the books is not a bad idea. Let’s see how long will it work ? and Don’t me need a friend talk?

I just think about it, today i was drinking coffee in a coffee shop and having a good talk with the barista. Does it enough for me? And when i need to talk my friend, why do not i visit at their place without asking them, do you free or something? It is like you are looking for your professor, no text, just come. Sometime i got nothing, but i think im okay.

“Life will be not easy, let me know then”

 

Advertisements

Yang dibayarkan

Selalu ada harga yang harus dibayarkan untuk sebuah kenangan, yaitu kerinduan.
Mengapa semua hal harus menjadi paket berupa kenangan, dari beribu momen yang terjadi. Mengapa kita suka berdalih bahwa ini akan menjadi kenangan, alih-alih menikmati momen itu sendiri. 

Jika kelak hanya akan menjadi penghimbau kembali ingatan. Baik metamorfosa sebuah senyuman, buruk untuk kehampaan dan tangisan. Mungkin dan seringkali buruk selalu ingin dienyahkan. Kenapa?

Bukan kah kita telah berdalih membuat kenangan kelak untuk menjadi batu pengingat, tapi mengapa sebagian berakhir di keranjang sampahmu dan sebagian menjadi abu bakar mu.

Mestinya tidak usah saja, mestinya nikmati saja momennya. Tidak ada lagi dalih. Seperti menghirup udara untuk melanjutkan hidup, ada hal yang diingat untuk bersyukur pada Yang Satu.

Selalu ada harga yang harus dibayarkan untuk sebuah kenangan, baik-buruk adalah nilainya dari kerinduaan. Dan hanya akan berakhir ketika nafas tidak lagi bergulir


Ibuku Kampungan

img_5136

Nak gimana caranya sih pakai whatapp, ibu nda tau caranya. Kawan-kawan ibu disekolah minta ibu daftar, biar katanya mudah untuk berbagi jikalau ada informasi. Aku juga bingung nih bu ngasih taunya gimana, coba minta tolong siapa gitu bu, ke ipang atau ke kawan sekolah ibu yang muda. Iya nak nanti ibu coba minta tolong. Begini nih kalau punya ibu kampungan.

Katanya nda bisa didaftarkan nak, harus ada emailnya. Dulu kan ibu udah pernah punya email kan. Ibu nda tau email sama password nya apa. Benar-benar nda ngerti ini ibu nak, maklum ibu udah tua. Ibu mah selalu mengedepankan umur terus, bilang tua, tau ga sih bu Kolonel Sander yang bikin KFC yang mendunia itu pada umur 65. Bisa-bisanya ibu udah menyerah karena whatsapp trus bilang nda ngerti karena faktor umur. Aduh bu jangan kampungan deh.

Suatu waktu aku bercerita tentang sesuatu pada ibu. Tanggapan ibu seperti ibu-ibu yang lainnya, kok gitu nak, gimana tuh nak, tapi setelah dijelaskan panjang lebar yang berujung dengan kebingungan juga. Ibu bilang; iya nih ibu kan sekolah nya nda tinggi nak, ini juga udah syukur ibu jadi pengajar karena jaman. Dulu ibu pernah cerita bahwa tahun 70-an Indonesia masih kekurangan pengajar jadi pendidikan setingkat diploma pun bisa. Pusing kan kalau punya ibu kaya begini, kampungan.

Tadi malam ibu menelfon. Aku bilang bu ada Faisal nih di kosan. Gimana dia sekarang nak, kan udah kerja tuh kapan nikahnya dia. Anak temen ibu ada nih, mau dikenalan nda. Mana mau dia dikenal-kenalin gitu bu, orang kemaren aja udah hampir mau jadi dianya malah nda mau. Hapal lah sama selera dia gimana bu, biarin nyari sendiri aja deh. Kalau anak ibu gimana?

Aduh bu ini lagi deh. Hahaha ibu ketawa, nanti aja kalau udah kerja ya. Oiya bu aku sekolah bukan buat kerja ya bu jadi nanti ibu jangan berharap bakal kerja dimana atau gimana gitu bu. Soalnya menurut aku sekolah bukan buat cari kerja bu, tapi buat cari ilmu, ya syukur-syukur ilmu nya mengikuti rezeki nya bu.

Nak ibu nda pernah menuntut kamu harus kerja dimana atau kerja apa. Kamu mau kerja apa aja buat ibu nda masalah asal baik buat kamu. Masalah memberi kecukupan buat kamu, memenuhi kebutuhan kamu meski sesulit apapun itu tanggung jawab ibu. Anak ibu udah mau rajin shalat, mau membaca Al-qur’an, mau belajar tentang agama kaya yang anak ibu bilang aja udah jadi kebahagiaan buat ibu nak.

“Cinta nya tidak terukur, cintanya tidak menuntut”

“Ibuku memang kampungan tapi cintanya tidak”

Potongan Apel

img_7799

Hei kamu…!

Kamu memanggil aku?

Iya kamu.

Ada apa? apakah aku mengganggumu?

Hei, bisakah kamu berhenti seolah-olah kamu tau semua hal.

Maksudmu?

Ada beberapa hal didunia ini yang tidak bisa kamu ketahui.

Apa itu?

Salah satunya, hal yang akan terjadi didetik-detik berikutanya dalam hidupmu.

Aku masih tidak mengerti.

Tidak semua hal dapat kamu mengerti, pahami dan tidak semua hal yang kamu bayangkan akan terjadi. Tidakkah kamu mengerti, kamu tidak bisa melampaui waktu.

Maksudmu tidak boleh berimajinasi? aku tidak setuju jika begitu.

Tidak..tidak..Imajinasi, spekulasi, Intuisi, dan asumsi ibarat potongan-potongan apel. Mereka semua berasal dari satu buah yang utuh.

Kamu mulai membuat ku pusing.

hmmm, jika potongan-potongan apel itu membuat mu merasa lebih pintar hingga melampaui waktu apalahguna.

hmmm, jika potongan itu membuat mu berhenti belajar kemudian ditelan waktu.

hmmm kamu akan membuat aku menyesal kelak, pikiranku~