Love : Purpose of love

photo_2016-10-28_02-24-22

To love to get love back
it is definetely a fallacy
something supposed to be wrong
to get love is a hope, but not a purpose of love..

 

 

Advertisements

Letter : S.e.r.e.n.d.i.p.i.t.y

photo_2016-10-28_00-59-47
Life will be more easier

If…able to predict the future
If…able to ensure the result
If…able to choose the eagerness

but we can’t…
Predict our fate, even few second ahead
life result isn’t determined exam result
the eagerness is not always an option

connecting the dot after all of shit happened is all we’re able to do
Serendipity~

Dilema: Shampo dan Botak

Apakah mandi yang memancing sifat impulsif?

Beberapa saat setelah menonton film dokumenter perjalanan hidup seorang Mohandas K. Gandhi, aku terinspirasi untuk mencukur rambut hingga botak plontos. Membayangkan setelah botak plontos aku akan menjadi seorang yang bijak seperti Gandhi. Seakan-akan rambut yang mengakar diatas kepala menjadi beban dan menghalangi untuk menjadi seorang yang sederhana dan bijaksana. Disisi lain, bayangan dunia akan tertawa setelah aku menjadi plontos mengganggu. Niat ini ditunda untuk sementara hingga inspirasi untuk botak kembali menghampiri.

Hasil gambar untuk mohandas k gandhiimg_0349
B
akalan mirip ga sih kalo dibotak? 

Pagi ini ketika melakukan keramas muncul perasaan bersalah dikarenakan shampo. Kembali membayangkan buih-buih dari shampo akan merusak alam, entah itu tanah, air tanah, tanaman yang mengambil nutrisi dari tanah atau juga hewan kecil yang hidup ditanah. Adanya kandungan SLS (Sodium lauril sulfat) dan TEA (Trietanol amin) jelas sulit untuk didegradasi secara self purification oleh bakteri tanah. Anyway, kedua zat kimia ini cukup akrab aku gunakan beberapa tahun yang lalu ketika menyelesaikan skripsiku. Dan bayangan untuk menjadi botak dan bayangan dunia yang menertawakan kembali muncul.

Ide untuk botak dan tidak menggunakan shampo sangat berkorelasi. Disatu sisi ketika tidak menggunakan shampo rambut tidak terasa enak dan lengket. Disisi lain ketika botak tidak ada lagi namanya shampo. Ataukah shampo memang diciptakan agar kita mengalami ketergantungan untuk menggunakannya selama kita masih memiliki rambut.

Didetik akhir sebelum menyelesaikan ritual mandi satu ide lagi muncul. Kenapa tidak mencoba untuk membuat shampo sendiri yang tidak akan memunculkan perasaan bersalah ketika menggunakannya. Dan satu hal lagi tidak harus menjadi botak. Memang hal ini mengharuskan untuk menyisihkan waktu untuk membuatnya, tapi kenapa tidak?

Mandi mungkin saja memancing sifat impulsif, tetapi juga ada inisitif disana – Ayo botak biar ga perlu shampoan 😀

Pembelajar : Bodoh

_dsc2260

Katakan saya bodoh, jika menurutmu
Hanya akan tertawa, dan jangan tanya mengapa
Saya tidak tahu jawabannya
Itulah alasannya

Katakan saya bodoh, tak mengapa
Tidak akan marah, juga tidak gundah
Jika sekalinya saya merasa pintar
Tidak bukan karena kebodohan saya yang merasa pintar

Bandung, 21 okt’16

Pikiran: Sederhana

wp-image-1900641205jpg.jpegTerlintas dipikiranmu, tulis saja
mungkin benar tulisan mencerminkan isi pikiran
meski pikiran kelak terlihat sederhana
tak mengapa, teruslah menulis

Karena terkadang dan mungkin seringkali,
menyerderhanakan pikiran itu sulit
perkara lain, memperumit itu mudah
tidak perlu sekolah yang tinggi

Memiliki pikiran sederhana itu sebuah kemewahan
bukan dalam arti kebodohan
bukan juga ketidaktahuan, tapi
dalam nilai dan arti sebuah ketulusan~