Monokrom

p_20160926_163133-2

Kenapa harus hitam putih?
Lembaran foto hitam putih akan memaksa mu memutar memori untuk mengingat hari itu.  

Kenapa Harus hitam putih?
Coba ingat lah apa warna baju kalian kala itu.

 Kenapa harus hitam putih?
Coba ingatlah apa wangi hari itu, rumput itu dan rasa makanan itu.

 Kenapa harus hitam putih?
Tidak ada tawa yang dapat diperdengarkan dari sebuah foto, kecuali hitam putih.

Kenapa harus hitam putih?
Jangan lupakan, meski hitam putih, tidak ada yang berubah dari bentuk sebuah senyuman.

 Kenapa harus hitam putih?
Dengan penuh harap yang tertangkap oleh kamera adalah jiwa bukan, pakaian.

Kenapa harus hitam putih?
Dan bukan karena mengikat janji diatas hitam dan putih, tapi hati yang telah terpaut menjadi satu warna, “monokrom”.


Untuk sahabatku, Imam dan Maya.
Ini dari aku, sedikit tentang cerita hitam putih kalian~

Advertisements

Why: Monochrome?

img_5118

Lately, i  met some new friends at the different place and time. Some asked for cellphone number, instagram, and nothing at all. For friends who asked instagram ID asked another question,
“Why black and white or are you just interested in black and white photograph?”

This question is quite hard to be answered, instead giving a honest answer i prefer to say “to lazy to edit the photo and black and white is a good choice, isn’t?”

“When you photograph people in color, you photograph their clothes. But when you photograph people in Black and white, you photograph their souls!”― Ted Grant

The quote above is the reason why i turn my gallery to be monochrome. Black and white photography is considered to be classic and expressively emotional. At the beginning, i do black and white only for kind of human photograph.

There is a lesson in here that taking a photo isn’t only about click, click and edit. It’s more about how to aim, to wait moment patiently. Admit it, digital era helps us so much, so we can erase all of fail photos. However, we can not deny that photography is one of art.  

img_5130

img_5087

Now on, i put bw* to all of my photos. I fall in love with the verity of photograph, enjoying more the value  like the expression of smile rather than color.

Pria Korea

img_5460-3

Saat seseorang merasa kesepian akan selalu ada semut datang. Semacam magis, entahlah, atau panggilan yang datang karena tersumbatnya hormon yang mereka sebut dopamine, entahlah. Namun entah kenapa, mereka selalu datang berombongan. Seperti menunjukan bahwa ini kami, tidak pernah sepi. Mereka muncul dimana saja, di kereta malam yang tak lagi ramai atau di meja belajar kamar dengan lampu 5 watt yang semakin remang hari demi hari.

Mendapati secarik kertas berisi pesan dari Stockholm, seorang pria berjalan menyusuri jalanan yang tergenang oleh tetesan hujan sore. Kemudian menoleh lalu mulai menitikkan air mata. Begitu lah pria korea dikala kesepian.

Kenapa pria begitu? agar tidak keras hatinya ~

Dunia

 

IMG_9935Manakah yang  kamu percaya diantara dua kalimat yang mengatakan bahwa dunia ini terlalu luas untuk tidak dijelajahi atau sebaliknya dunia ini sempit untuk ditinggali.

Dua kalimat dengan makna harfiah yang berbeda, tapi dunia yang mau aku sebut adalah dunia yang ada dipikiran kita. Bahwa dunia itu sendiri adalah kita. Dunia yang kita ciptakan sepanjang waktu dan hanya kita yang tau. Sekali lagi, dunia yang kita ciptakan.

Sayang nya selama proses penciptaan itu kita sering terbentur dengan dunia milik orang lain. Hal ini terkadang menjadi alasan kenapa kita bisa menjadi bahagia atau sebaliknya tidak bahagia sama sekali. Terlintas pikiran, apakah orang gila tidak terpengaruh sama sekali dengan dunia luar. Apakah sesempurna itu dia menciptakan dunia yang nyaman untuk diri nya. Jikalau begitu, tentu saja aku iri dengan orang gila. Disaat banyak orang menjadi gila karena tidak bisa mengendalikan dunia mereka, dunia yang diracun oleh dunia luar, justru ketika menjadi gila lah mereka (mungkin) akan bahagia.

Mungkin benar kita tidak bisa hidup didalam dunia milik kita saja, menciptakan se-ideal mungkin yang kita bisa. Tapi ada satu anomali, kenapa kita harus melibatkan dunia orang lain kedalam milik kita sementara kita tidak ada di dunia mereka ~

Manusia Kardus

IMG_0279

Digigiran lintasan pejalan kaki
Tergeletak lunglai seonggok daging
Seperti telah lama mendam disana
Entah terbuang kapan dan oleh siapa

Diseberang sana ia terlihat berkutik
Sedikit meringkuk melawan hembusan malam
Banyak bergerak menepuk nyamuk hinggap
Lalu berbalik, seonggok daging hidup

Menghadap ke aku yang termanggu
Menatap dari aku yang berdiri diantara tebal asap jalanan
Masih berdiam diri, dan
Seandainya aku menjadi manusia kardus

Matanya mulai menetes bulir diantara banyak
Berselang kiri berkaca kemudian kanan menetes
Seolah ingin menghilang saja
Hingga makna setiap bulir itu, aku mengerti apa

Manusia Kardus, Aku ~