Bahas Bahasa

IMG_5932

Kaya akan kata, menarik karena bahasa

Daun berguguran ketika musimnya  sedangkan cinta jatuh tak pernah usai setiap musimnya.

Banyak orang jatuh cinta kerena bahasa. Dalam bentuk apapun dia diterjemahkan akan sama saja, sebuah alat pemikat. Ada yang cerdik menggunakannya dalam gaya pun  juga dalam ekspresi, sebut saja bahasa tubuh. Ada pula yang lihai bermain dengan kata, baik dirangkai menjadi canda menjadikan sebuah gelak tawa, ataupun kata mutiara yang teduh bagi telinga.

Banyak pula orang yang tiada henti berkata-kata tanpa memikirkan makna, ini buruk sekali. Namun, ada yang lebih buruk lagi ketika berkata berujung cela, ini petaka. Terkadang aku termasuk salah satu diantaranya, semoga tidak celaka dikemudian hari.

Kenapa menjadi rumit begini, ketika bahasa tidak lagi menjadi alat untuk menyampaikan niat. Ternyata ada hal lain dibaliknya, yaitu sebuah seni, seni berbahasa.

Dan mungkin bahasa hanya butuh sedikit kesadaran untuk dipikirkan setelah sekian lama dipergunakan.

Bandung, 26 Agust 2016

Advertisements

Tulisan diatas Laut

20160802_075045

Apa yang kita takutkan dari laut?
apakah ombaknya?
apakah hewan lautnya?
atau kedalamannya?

Laut siang ini bersahabat, tidak persis tenang juga
nyata nya tidak terlalu menakutkan
hanya kumpulan air baik 
bergelombang mengikuti putaran angin

tapi siapa yang tau isinya?

Tulisan Diatas Awan

IMG-20160802-WA0013

Cerita seorang pengelana yang melintas ruang dan waktu bersama angin.

Setelah bermil-mil langit telah ditempuh. Beribu bentuk awan telah ditembus. Beratus spesies hewan langit telah menyaut siulannya. Hanya senja yang tak kunjung datang kepadanya.

Dia sama sekali tidak berhasrat untuk memburu sang senja apalagi menyingsingkan lengan untuk menantinya. Dia hanya terheran mengapa semenjak ia memutuskan untuk  berkelana tak sekalipun senja menunjukan rupanya padanya. Dia tidak mengharapkan sebuah senja yang agung, pun senja yang megah berlatar kastil sang raja. Hanya sebuah senja, senja yang biasa.

Siapa sangka keheranan ini perlahan berubah menjadi sebuah harap?

Semakin roda waktu berputar semakin mengusik akan keterwujudan sang harap. Hingga pada suatu titik lepas semua ketenangan pengelana, membusuklah harapannya.

Kemudian sang pengelana berbisik seraya dalam hati “Sebelum aku menjadi debu, ijinkan aku melihatmu wahai sang senja, senja yang biasa”

Tulisan diatas awan ~