Ruang Kosong

IMG_1254

Dibalik tirai jendela matahari mulai menyilaukan mata, pertanda untuk bangun, bukan. Sedari malam melewati larut menuju peraduan bulan, tidak sekalipun lelap datang menghampiri. Satu malam anomali dari hari-hari yang biasa, matahari setengah lengan menjadi saksi pengantar menuju taman imajinasi.

Terjaga dari bosan nya tertidur, dibalik selimut, perasaan menjadi hampa. Ruang
seharusnya gempita, namun terasa kosong. Seperti lenyap hilang ditelan larut
malam, tapi matahari sudah meninggi. Ini bukan lagi imajinasi apa lagi mimpi,
nyata terasa.

Sore kini menjelang, bersandar di gigir jendela menatap kosong di kejauhan. Angin bertiup pelan menuju derajat suhu yang kian merendah setiap menitnya. Matahari telah bersembunyi dibalik bayang gunung-gunung terhampar disekitar, berkeliling tak mau berpindah. Dan ruangan kosong ini, bukan meninggalkan aku. Tapi menanti untuk segera terisi kembali.

Ruangan yang tidak tersentuh siapapun, hanya meninggalkan aku untuk menjadi yang terbaik dariku dengan Tuhan-ku.

 

Advertisements

Kursi untuk bersandar

IMG_4367

Seringkali disaat merasa lelah kita membutuhkan sebuah sandaran. Menyanggakan punggung sejenak dari kemandiriannya hingga pada suatu batas. Ada perasaan lega, ketika detak nadi menjadi melambat, juga hembusan nafas semakin dalam. Ada juga sandaran yang dapat memberikan suatu rasa nyaman ketika dia berhasil membawamu terlelap ke dunia alam bawah sadar.

Tetapi siapa pula yang memikirkan hal seperti ini, perasaan yang berlebih terhadapnya, bukankah sandaran hanyalah sebuah sandaran semata. Memang benar ketika bersandar berarti memunggungi, pikiran yang larut untuk segera melepas kepenatan. Apalagi dihadapan mu terhampar pemandangan yang memikat matamu. Kamu mungkin dan seringkali lupa ada aku dibelakangmu, kursi sandaranmu.

 

Lelah enyah pergi, sandaran mu tertinggal dibelakang. Mungkin suatu waktu kamu menoleh, sekedar untuk memeriksa ada milikmu yang tertinggal disana. Tapi tidak untuk mengucapkan terima kasih kepadanya.

Jika dipikir-pikir lagi boleh saja begitu, tidak salah, karena memang dia telah menasbihkan dirinya juga merelakan dirinya untuk menjalani peran seperti itu. Namun, ada sebuah kursi lain, mungkin kursi ini sebuah sandaran yang paling nyaman di antara sandaran yang lainnya. Tidak hanya memberikan kenyamanan, juga memberikan buaian dan belaian terhadapmu. Dan itu sepanjang waktu. Ucapkanlah terima kasih kepada sandaran ini, ibu mu, tanpa harus beliau bertanya kenapa?

 

Puisi tentang puisi

 

IMG_3976Bagaimana seorang Gusdur bisa dengan santainya mengungkapkan bahwa seorang panyair yang baik adalah seseorang yang pernah terluka

Bagaimana tidak seseorang yang pernah terluka tidak akan menghasilkan sebuah puisi yang menggema, dia pernah terjatuh, perih menjadi sensitif

Bagaimana tidak ketika seseorang menjadi sensitif, mencoba untuk bangun, melahirkan kreatifitas

Bagaimana tidak aku memikirkan semua ini, ketika aku tidak pernah sekalipun terpikir untuk menjadi seorang penyair

Bagaimana tidak setiap puisi yang kutulis, hanya untuk menghindarkan aku dari suatu penyakit bernama sakit jiwa

Bagaimana caranya aku menulis puisi? Aku tidak tau…

Untuk Apa Pilihan

IMG_5284

Hari-hari menjelang senja yang selalu sama. Tepat diwaktu yang nyaris sama memantulkan cahaya jingga. Untuk kembali pulang ke pangkuan bantal yang biasa. Tidak ada beda setiap harinya.

Hari-hari yang celaka dalam senja, yang kemudian mengahalangi bayang. Tiada bayangan yang mengikuti. Langit kelam menjadikan setiap anak tangga serupa dalam satu tujuan.

Siapa yang akan berteriak ketika pilihan yang lain ada, tapi membingungkan. Siapa yang akan diam ketika pilihan, hanyalah keterpaksaan untuk menjalani takdir saja.

Saat Menjadi Tua

IMG_5064-3

Satu kepastian yang tidak bisa dipungkiri
Ketika helai demi helai berguguran
Pesona mulai membentuk guratan, kata mereka itu keriput
Lelah tak pernah henti hinggap setiap waktu

Hukum alam yang pasti adanya
Tidak tercipta oleh, tapi terkekang oleh waktu

Berdiam sendiri menepi,
Mendengar siul celoteh dipagi hari, atau

Menatap dunia, berjalan keluar
Melawan ganasnya sisa pengalaman, dan

Dia akan datang pada masanya, menjadi tua
Aku tidak ingin berjalan sendiri,
Tapi untuk terus menggengam tangan mu
Hingga aku menjadi debu…