Sepotong narasi Jenjang 40

IMG_5082

Guys, pernah mengalami perasaan yang aneh ga sih, ketika ga bisa memberi?

Saat terlintas keinginan untuk memberi, secara refleks pasti kita biasanya akan meraba dompet terlebih dahulu. Setelah diliat ternyata hanya ada dua lembar 100 ribu dan 2 lembar 50 ribu, diperiksa berulang-ulang pun ga ketemu yang namanya uang kecil. Disini yang bergelut itu fikiran bukan fisikal lantas kita terus berjalan begitu saja, hingga suatu perasaan aneh muncul.

Di lain waktu ketika kita melihat seorang ibu muda sedang mendekap bayinya yang tak bersuara, bapak-bapak yang terlihat tidak terawat tetapi masih terlihat cukup segar untuk seumurannya, atau seorang kakek yang telah sepuh sedang memikul barang dagangannya dengan tertatih. Dari ketiganya, ketika kita temui dalam waktu dan kondisi yang berbeda, manakah yang lebih menggerakan hati untuk kita beri. Tentu masing-masing kita memiliki perasaan yang berbeda atau juga pendekatan yang cenderung sama. Mungkin saja kita lebih memilih kakek karna meskipun telah sepuh tetap berusaha memenuhi kebutuhannya dengan mandiri. Terlebih lagi dengan maraknya oknum yang berprofesi sebagai pengharap belas kasih sesama.

Pada keadaan seperti selalu ada peran antara logika dan nurani, terkadang saling mendukung dan tak jarang pula juga saling meniadakan.
Apakah saat memberi ada standar prosedurnya tersendiri, ketersediaan uang kecil misalnya,
Apakah perlu menilai melalui mata sebelum memberi,
Apakah memberi itu harus melalui perhitungan atau cukup mengikutinya?

Hati kecil ~

Sepotong narasi di sore hari di Jenjang 40,  10 agustus 2015.
mari bersedekah, dengan hati..

Advertisements

Will you do the same?

IMG_20151023_165907

Walking around on the real path, enjoying the sound of birds, and feeling the whisper of the wind as well. It’s all such a pretty nice scene ever, isn’t.

Both of us realise there is no limit of us to walk. Spending step by step and talking all about funny thing are irreplaceable. Till the angle of death said that the days of limitless spending were over.

Will you do the same?
Well, enjoy your day ☕ 󾌸

Cup of tea instead

IMG_20151020_174115_BURST2

Mengapa kita, ketika menyeduh teh, lalu menambahkan beberapa sendok gula kedalamnya. Padahal kita tau itu akan merusak dari cita rasa teh.
Bukankah kita, sedari awal hanya berniat untuk menikmati segelas teh hangat, lalu menambah kan butiran-butiran es kedalamnya. Padahal kita tau itu akan menjebak aromanya.

Mengapa kita, begitu suka untuk menambahkan sesuatu-sesuatu hingga menghilangkan nilai sesuatu itu sendiri.
Mengapa kita, terlalu cepat untuk berkembang tanpa sempat menikmati proses yang bernilai ini.
Hingga kita lupa cara menikmati sesuatu dengan sederhana, padahal semuanya berawal dari sana, dititik itu.

Cerita seperti yang biasa di sore hari,
menanggalkan segala bentuk distraksi, cukup dengan segalas teh hangat.

Tidak Original.

IMG_5409-2

Di luar sedang cerah dan angin berhembus cukup sepoi  bahkan terbilang sejuk. Chris martin lagi berkumpul bersama Coldplay di  dalam laptopku, menyanyikan lagu mereka yang dirilis lima belas tahun lalu yang menurutku masih memiliki tempat di telinga kanan maupun kiri milik ku. Menemani diriku yang sedang bergelut dengan tumpukan kertas, tentu saja dengan dinginnya pagi Bandung. Setelah tadi membaca buku yang ku ambil dari atas lemari ku, yaitu buku yang judulnya saja sudah membuat suhu kamar sedikit meningkat dibanding biasanya, Microbial Tranformation and Degradation of Toxic Organic Chemical.

Benar kan, memang sebaiknya tadi tidak usah disebutkan judul bukunya. Di buku itu, banyak cerita mengenai hal yang membingungkan entah apa tujuan dari penulisnya berbuat seperti itu, bukannya mencerah kan sebaliknya memburamkan. Padahal semua elemen telah dikumpulkan semenjak matahari terbit pagi ini sarapan sehat; roti gandum, pisang,dan apel; kopi nya juga sudah; rasanya sudah tidak ada lagi. Kemauan baru sebatas bergelut bukan untuk membaca kertas-kertas ini.

Yellow milik Chris digantikan oleh Proklamator bangsa, Bung Hatta, di nyanyikan tulus oleh bang Iwan Fals yang bergaung disekeliling kamar. Ah betul, mungkin motivasi yang satu ini belum terisi penuh, juga mengakhiri tulisan ini.

Selamat pagi Oktober, dari manusia yang tidak orginal sama sekali.