Celoteh Tentang Dia

Seperti ┬ábiasa secangkir kopi selalu memberikan efek yang dahsyat kepadaku. Mengacaukan gelombang aliran hormon dalam berpolarisasi menghentak kelopak mata tetap terjaga. Dia menghantarkan ku, yang sepertinya tidak punya bakat bernegosiasi dan melewatinya sebagai kawan, melawan arus keheningan malam. Keheningan yang biasanya dikuasai oleh dentingan jam dinding yang sesekali bersahutan dengan rintihan cicak yang entah kenapa tidak muncul malam ini. Dia yang sebelumnya terlarut dalam cangkirku, dia yang di daftar menu bertuliskan “aku dari Papua Wamena”. Si hitam legam yang menurutku tidak memiliki aroma setangguh saudara dekatnya seperti si Toraja ataupun si Gayo Aceh, sekali lagi ku katakan dia telah mencuri bunga tidurku.

IMG_4393-01
A cup of coffe, please.

Continue reading “Celoteh Tentang Dia”

Advertisements

Travelling is to Return

It is already one month since the bad news sounded that happened to one our friend, Eri. An accident proves God as the ruler showed that human can not against in the name of fate. I do not know well about him, but as a person who is also love hiking mountain i am feeling sad this time. No need to be deeply sad, i do believe in God that He takes him earlier while he was still young and wild because He loves him, Insya Allah and hope God gives him the best resting point in the place where he should be, amin ya rabb.

IMG_3861
On the edge of Tambora’s creater

Continue reading “Travelling is to Return”

Bang Mail Movement

The idea for this writing suddenly appeared when in this late night i was staring the wall remembering moment of mine in Tambora mountain one and half month ago.

I met this man namely Bang Mail, a mature man who come from Yogyakarta city hiking duo with his local guide, John. I met him in shelter III a day before we were summit to the top of Tambora Mountain. Along the path there were only two groups which was hiking, mine and him. It is a matter of course to make chit chat among fellow hikers, part of courtesy. At the time the rain was falling, then he offered me cigarette that i refused smoothly later.

” i am sorry that i have quit already my bro around several months ago” i said,

” it is seem impossible for a guy like you, so how you do that?” bang Mail asked me,

Continue reading “Bang Mail Movement”

Pagi di Rindang Pinusku

IMG_4310

Pernah di suatu pagi yang masih di selimuti kabut tipis yang kemudian perlahan mengalir pudar, lalu menyebar. Sinar mentari yang membumbung sejatinya mempesona kabut tipis hanya untuk membuat nya tersenyum sejenak, lalu lantak menguap begitu saja. Begitupun tak lantas ditinggalkan burung kenari yang sedari pagi ini telah berkicau dalam alunan nada minor. Tak ada yang menyangka bahwa kicauan ini sangat riuh merdu lembut bahkan tetesan embun yang tak tersentuhpun ikut larut padanya. Masih pada kicauannya yang tersamar oleh kabut tersisa sebagai fasa terakhir, kemudian mereka bersahutan dengan tambatan hatinya bahwasanya jutaan penawar hidup mereka telah tersebar di kaki-kaki pohon pinus. Disitu telah tersurat kepercayaan bagi setiap sel nya, bagi yang mempercayainya dibawah hutan yang lebat berguratan kedamaian. Hidup dalam rahasia keseimbangan.
Continue reading “Pagi di Rindang Pinusku”

Habit is Under Controll

Belajar ilmu psikologi itu ibarat membelah hati dan pikiran manusia yang diekspresikan melalui setiap jengkal bentuk nyata dari manusia dari ujung rambut hingga ujung kaki, juga melalui gerak-geriknya. Salah satu yang dibahas didalamnya yaitu habit manusia, kebiasaan. Habit ini didefinisikan secara umum sebagai bentuk yang didesain oleh manusia sendiri yang dilakukan secara berulang-ulang hingga membentuk pola tetap kemudian bekerja secara unconcious atau diluar kontrol kesadaran.

Sebelumnya aku pernah disinggung mengenai habit ini, apakah dia dapat dirubah atau tidak. Kalaupun bisa dirubah itu akan sangat sulit. Dari penalaran ku secara personal, habit mungkin sekali untuk dirubah bahkan sangat mungkin. Biasa nya pertanyaan itu diperuntukan untuk habit yang menurut pandangan masyarakat secara umum boleh dikatakan kurang bagus. Hal ini berkebalikan dengan habit yang kita katakan bagus, dan bukankah untuk membentuk habit yang bagus itu sangat sulit diawalnya, bukan? Continue reading “Habit is Under Controll”