Sensasi di kamar kelahiran Bung Hatta

IMG-20120901-00816

Sebagai orang Bukittinggi asli hal ini sedikit memalukan buatku.  Walaupun sering melintas didepan rumah kelahiran sang proklamator, Bung Hatta, tapi belum sekalipun masuk kedalamnya. Bukannya ngga mencintai sejarah, tapi memang ada benarnya, pribahasa “gajah diseberang lautan keliatan, semut dipelupuk mata tidak”. Disini bukan dalam artian kesalahan seseorang, tapi hal yang jauh dikejar sedangkan yang jelas-jelas didekat dilewatkan begitu saja. Tempat yang jaraknya cuma 15 menit yang bisa ditempuh dengan jalan kaki, butuh 21 tahun buatku untuk melihatnya, Ironi hehe

IMG-20120901-00804
Teks Proklamasi RI
IMG-20120901-00802
Ruang Tengah
IMG-20120901-00808
Dulunya kamar ini tempat sumur air
IMG-20120901-00800
Mesin jahit kuno, barangkali baju bung hatta dijahit dari mesin ini
IMG-20120901-00822
Rangkiang Nenek dari Bung Hatta

Bangunan berupa satu kamar ini merupakan tempat penyimpanan beras. Terletak di luar rumah atau dipekarangan. Nama bangunan ini rangkiang, dimana kuncinya dipegang oleh Bundo Kanduang (Ibu yang dihormati) dan diawasi oleh Mamak (Paman).

IMG-20120901-00821
Bagian belakang rumah terdapat dapur, gudang, dan kamar mandi
IMG-20120901-00824
Dapur;

Dapur tempat yang penting buat orang minang, karna semua dimulai dari sana, dari urusan perut. Terdapat batu lado (ulekan sambel) tidak hanya digunakan untuk menggiling cabe tapi juga bumbu-bumbu lainnya.  Merupakan alat yang penting didapur karna orang minang memang identik dengan bumbu yang kuat. Sebenernya, orang minang lidahnya tidak kebal terhadap sambel seperti yang selama ini dipersepsiin orang, karna pedas itu relatif. Suka sambel bukan berarti kuat pedas, tapi lebih bagaimana mengolahnya cabe nya.

IMG-20120901-00830
Kereta bendi
IMG-20120901-00832
Kandang kuda
IMG-20120901-00833
Ruang Makan
IMG-20120901-00843
Foto Keluarga, Bung Hatta, Rahmi Hatta, Mutia, dan Gemala

Bung Hatta ini bisa kita sejajarkan dengan Patih Gajah mada dari kerajaan Majapahit. Keduanya sama-sama disegani walaupun dari jaman yang berbeda tapi memiliki cita-cita luhur yang sama. Patih Gajah mada pernah melontarkan sumpah ” Aku akan berpuasa memakan buah palapa sampai bisa menyatukan Nusantara” yang dikenal dengan sumpah pemuda. Ternyata bung Hatta juga melakukan sumpah yang ” Takkan menikah hingga Indonesia berhasil merdeka”. Kalo aku sih ga bakal sanggup kalo sumpahnya hidup tanpa wanita, hehe.

Akhirnya setelah Indonesia merdeka, bung Hatta yang saat itu telah menginjak 43 tahun akhirnya menikah dengan Rahmi rahim yang saat itu berumur 19 tahun.

IMG-20120901-00839

Ada sensasi aneh yang aku rasakan ketika masuk ke kamar kelahiran beliau. Seketika aku merasa duduk diatas roller coster dibangku paling depan. Kepala terasa berat, pusing, mual-mual telat 3 bulan,ehh. Dan ketika keluar dari kamar tersebut, semua kembali normal.

“Jas Merah, Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah” – Soekarno

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s