Bensinku, Hinaanku

“Kekuasaan adalah kemampuan untuk melakukan sesuatu yang baik untuk orang lain.”Broke Astor

Pujian dan penghinaan adalah dua kata yang berlawanan, keduanya juga memberikan efek yang berbeda. Pujian umumnya melahirkan kegembiraan. Sebaliknya, penghinaan cenderung membuat orang yang dihina marah bahkan dapat merusak hubungan pertemanan dan persahabatan. Terkecuali dalam suatu lingkungan yang memang menganggap penghinaan secara lumrah.

Penghinaan dianggap sebagai perekat pertemanan dan persahabatan sehingga menghasilkan kekebalan sendiri terhadap penghinaan itu sendiri. Ada lingkungan yang bernama Nolapan dimana, manusia yang hidup didalam lingkungan tersebut menganggap hinaan sebagai sesuatu yang wajar. Barangsiapa yang tidak kuat terhadap hinaan secara tidak langsung akan disisihkan dari lingkungan tersebut. Tetapi Secara umum, orang akan sakit hati jika dihina. Mungkin, suatu ketika ia akan membalaskan dendamnya kepada yang menghina.

Padahalan jika kita paham, pujian dan penghinaan hanyalah sebuah pandangan orang lain yang masih memerlukan interpretasi. Namun sedikit yang mampu menginterpretasi jika penghinaan sebenarnya bisa berbuah lecutan yang akan memberi power  seseorang untuk bangkit dari keterpurukan.Ada seseorang pemuda yang hidup dalam kemiskinan. Ia hanya bekerja sebagai seorang petugas kebersihan di sebuah perusahaan pertambangan. Tentu saja gajinya masih pas-pasan untuk memenuhi kebeutuhannya sehari-hari. Suatu ketika ada pertemuan antara direksi perusahaan dengan direksi perusahaan lain yang berkelas dunia. Waktu perjamuan, pemuda ini bermaksud membersihkan ruangan pertemuan yang sedikit kotor.

Namun, dalam jarak beberapa meter sebelum masuk ruangan, seorang direksi melarangya. Si pemuda mendapat amukan dan serapahan karena ia tidak pantas masuk ruangan para direksi.

Mana pantas buruh sepertimu masuk ruangan direksi” ejeknya.

Sebagai orang normal, tentu saja si pemuda ini sakit hati. Ia sering merenungkan hinaan tersebut sambil berusaha untuk menyikapinya dengan wajar. Sampailah suatu hari ia mendapat bonus tunjangan hari raya dari kantornya.

IMG-20131202-01289-2
logika menghasilkan seorang tukang sapu, tapi imajinasi akan membawamu ke meja direksi

Uang itu ia gunakan untuk melanjutkan sekolah SMA yang sempat ditinggalkannya. Karena lulus dengan nilai yang memuaskan, pemuda ini dapat melanjutkan kuliah dengan gratis di sebuah perguruan tinggi negeri. Keberuntungannya berlanjut, setelah mendapat gelar sarjana ia mendapat beasiswa hingga master S2. Karena prestasinya itu, direksi mengangkatnya sebagai salah satu komisaris anak perusahaan yang sedang berkembang.

Bahkan,  salah satu direksi yang dulu pernah menghinanya sempat ingin meminta untuk melakukan lobi kepada pemerintah atas tender proyek yang dikerjakannya.

Pintanya, “Aku minta tolong kepada Anda agar dapat melakukan kesepakatan dengan pemerintah. Maafkan kesalahanku yang dulu pernah berkata kasar.”

Dengan besar jiwa pemuda yang kini menjadi komisaris itu menjawab, “ Tidak sama sekali. Memang, hinaan itu cukup menyakitkan tapi saya justru berterima kasih kepada Anda yang telah mencambuk saya hingga bisa sukses seperti saat ini.”

Begitulah hebatnya efek penghinaan untuk membuat siapa saja yang gugur dan layu. Tapi khusus yang satu ini sedikit beda. Ternyata seseorang hang dihina itu berbalik arah dan hasilnya bisa ditebak, yang dihina semakin kokoh. Hinaan bisa menjadi power bagi orang yang mampu menyikapinya. Bukan power untuk membalas dendam tapi power untuk bangkit dari ketidakpatutan menuju kepatutan. Tentu saja tergantung dari bagaimana cara menyikapinya.

Ketika kita dihina, maka jalan terbaik adalah introspeksi diri. Sebuah penghinaan seperti minuman arak, hanya akan mempengaruhi jika diminum. Namun jika tidak maka akan selamat dari zat memabukan yang ada didalamnya. Sebagai manusia, kita tidak akan pernah luput dari kelemahan dan ketidakberdayaan.

Jika kita sadar, terkadang hinaan bisa manjadi sebuah pelajaran yang bernilai tinggi. Hidup tak selamanya seperti jalan tol yang berjalan tanpa hambatan. Mungkin saat ini kita berada dalam sebuah sistem yang membuat kita tidak berdaya, namun dengan adanya penghinaan hingga tertekan oleh keadaan, kita tersadar bahwa sistem yang selama ini kita anut perlu sebuah restorasi.

Jadi, kita tidak perlu bingung dengan penilaian orang lain. Tetapla pada pendirian yang telah kita yakini. Tidak perlu menderita dengan penderitaan itu,  tidaklah kita menjadi hina karena kata-kata orang lain.

Memang, umumnya kita mencak-mencak jika dihina dan akan besar kepala jika dipuji. Namun justru dari sinilah pertaruhan dimulai. Jika kita tidak mempunyai hati yang lapang untuk menerima ejekan, maka sulit untuk melecut diri. Sementara bagi mereka yang berjiwa besar, penghinaan adalah cambuk untuk berlari lebih cepat. Seperti yang selalu ditujukan kepada seorang bintang sepak bola bernama C. Ronaldo, “ I need more hater, because old hater loves me.

Intinya, jangan berputus asa dari segala penghinaan yang meululuhlantakkan harapan. Hindari pula membalas penghinaan dengan hinaan, karena itu tidak menyelesaikan masalah. Bisa jadi penghinaan yang menimpa kita menjadi sebuah hadiah instimewa untuk meraih sebuah impian menjadi kenyataan. Jadikan hinaan tersebut sebagai bensin yang menggerakan motor kita untuk mencapai kesuksesan. Seperti ungkapan yang  pernah dilontarkan seorang motivator didalam sebuah seminarnya,

 Motivator nomor satu dan paling hebat adalah orang yang menghinamu.”

Tulisan ini inspirasi dari  buku Hidup jangan seperti Babi dan Kera karya Abdillah Firmanzah Hasan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s